Cara Membuat Operating Agreement LLC: Panduan Langkah demi Langkah

Dec 09, 2025Arnold L.

Cara Membuat Operating Agreement LLC: Panduan Langkah demi Langkah

Operating agreement LLC adalah salah satu dokumen internal terpenting yang dapat dimiliki sebuah limited liability company. Dokumen ini menjelaskan bagaimana bisnis dimiliki, dikelola, dan dioperasikan, sehingga membantu para member menghindari kebingungan sebelum berubah menjadi konflik.

Bagi banyak founder, operating agreement bukan sekadar formalitas. Ini adalah alat praktis yang menjelaskan ekspektasi, mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, dan menunjukkan bahwa perusahaan dijalankan seperti bisnis yang sesungguhnya. Bahkan jika negara bagian Anda tidak mewajibkannya, membuat operating agreement tetap merupakan langkah cerdas untuk hampir semua LLC.

Panduan ini menjelaskan apa itu operating agreement, apa saja yang harus dicantumkan, bagaimana menyusunnya, dan bagaimana menjaganya tetap relevan seiring pertumbuhan bisnis Anda.

Apa Itu Operating Agreement LLC?

Operating agreement LLC adalah kontrak tertulis antar anggota LLC yang menjelaskan bagaimana perusahaan akan berjalan. Dokumen ini dapat mencakup persentase kepemilikan, pembagian laba, hak suara, wewenang manajemen, tanggung jawab member, dan apa yang terjadi jika bisnis berubah seiring waktu.

Setelah ditandatangani para member, perjanjian ini menjadi catatan internal yang mengikat tentang bagaimana LLC akan beroperasi. Dalam LLC dengan satu member, dokumen ini tetap dapat menjadi dokumen tata kelola penting yang memisahkan urusan pribadi dan bisnis.

Tujuan utama operating agreement adalah mengurangi ketidakpastian. Ketika aturan sudah ditulis sebelumnya, para member memiliki rujukan yang jelas jika pertanyaan atau perbedaan pendapat muncul di kemudian hari.

Mengapa Operating Agreement Itu Penting

Banyak pemilik baru fokus membentuk perusahaan dan mengabaikan aturan internal yang menjaga keteraturannya. Itu bisa menjadi kesalahan yang mahal.

Operating agreement yang kuat membantu dalam hal berikut:

  • Menentukan siapa memiliki bagian apa di perusahaan.
  • Menjelaskan bagaimana laba dan rugi dibagi.
  • Menetapkan aturan untuk operasional sehari-hari.
  • Memberi proses bagi member untuk mengambil keputusan besar.
  • Membantu mengurangi perselisihan dengan menuangkan ekspektasi ke dalam tulisan.
  • Mendukung kredibilitas perusahaan di mata bank, investor, dan mitra bisnis.
  • Dapat membantu memperkuat pemisahan antara bisnis dan para pemiliknya.

Tanpa operating agreement, LLC dapat kembali pada aturan default negara bagian. Aturan tersebut tidak dirancang berdasarkan tujuan bisnis spesifik Anda, sehingga hasilnya mungkin tidak sesuai dengan yang diinginkan para member.

Kapan Anda Harus Membuatnya

Waktu terbaik untuk membuat operating agreement adalah segera setelah LLC dibentuk, atau bahkan sebelum keputusan bisnis besar pertama dibuat. Semakin cepat perjanjian diselesaikan, semakin mudah menyamakan pandangan semua pihak tentang kepemilikan, manajemen, dan keuangan.

Jika LLC sudah ada, tetap layak untuk membuatnya sekarang. Perjanjian yang dibuat terlambat biasanya lebih baik daripada tidak ada sama sekali, terutama jika perusahaan memiliki beberapa member atau berencana mencari pendanaan, membuka rekening bank bisnis, atau membawa partner baru di kemudian hari.

Apa yang Harus Dicantumkan dalam Operating Agreement LLC

Isi yang tepat akan bervariasi tergantung bisnisnya, tetapi sebagian besar operating agreement mencakup topik inti yang sama.

1. Informasi Dasar Bisnis

Mulailah dengan dasar-dasarnya:

  • Nama legal LLC
  • Alamat utama bisnis
  • Negara bagian tempat pendirian
  • Nama dan alamat registered agent
  • Tanggal berlaku perjanjian
  • Nama semua member

Anda juga dapat menambahkan pernyataan singkat mengenai tujuan bisnis. Beberapa perjanjian menjelaskan aktivitas perusahaan secara luas agar bisnis memiliki fleksibilitas untuk berkembang.

2. Struktur Kepemilikan

Perjanjian harus menyatakan siapa yang memiliki LLC dan bagaimana kepemilikannya dibagi. Dalam banyak kasus, kepemilikan dinyatakan dalam persentase.

Bagian ini juga sebaiknya mencatat kontribusi modal masing-masing member, jika ada. Kontribusi dapat berupa uang tunai, peralatan, properti, jasa, atau aset lain yang disetujui para member.

Mencatat kepemilikan dengan jelas membantu mencegah kesalahpahaman di kemudian hari, terutama jika satu member menyumbang lebih banyak uang, waktu, atau properti daripada yang lain.

3. Pembagian Laba dan Rugi

LLC harus menentukan bagaimana laba dan rugi akan dialokasikan di antara para member. Dalam banyak bisnis, alokasinya mengikuti persentase kepemilikan, tetapi tidak selalu harus demikian.

Jika perusahaan menggunakan pengaturan yang berbeda, perjanjian harus menyatakannya dengan jelas. Setiap alokasi khusus harus dibahas dengan hati-hati, terutama bersama profesional pajak, agar bisnis memahami konsekuensi keuangan dan pajaknya.

4. Distribusi

Alokasi laba tidak sama dengan distribusi. Perjanjian juga harus menjelaskan kapan member benar-benar akan menerima uang dari LLC.

Pertimbangkan untuk menjawab pertanyaan seperti:

  • Apakah distribusi dilakukan bulanan, triwulanan, atau dengan jadwal lain?
  • Siapa yang menyetujui distribusi?
  • Apakah perusahaan boleh menahan dana untuk pajak, cadangan, atau biaya operasional?
  • Apakah member boleh mengambil draw, atau hanya distribusi terjadwal?

Semakin spesifik bagian ini, semakin kecil ruang untuk perselisihan di kemudian hari.

5. Manajemen dan Pengambilan Keputusan

LLC Anda biasanya akan dikelola oleh member atau oleh manager.

Dalam LLC yang dikelola member, para member menangani operasional harian dan mengambil keputusan bisnis bersama. Model ini sering cocok untuk LLC kecil di mana para pemilik terlibat aktif.

Dalam LLC yang dikelola manager, satu atau lebih manager yang ditunjuk menangani operasional. Para manager tersebut bisa saja member, atau bisa juga pihak luar.

Perjanjian harus menjelaskan:

  • Siapa yang berwenang mengambil keputusan bisnis rutin
  • Keputusan mana yang memerlukan persetujuan member
  • Apakah beberapa pemungutan suara memerlukan mayoritas sederhana, supermayoritas, atau persetujuan bulat
  • Bagaimana wewenang manajemen dapat diubah di kemudian hari

Jika sebagian member akan menjadi investor pasif sementara yang lain menjalankan perusahaan secara aktif, perjanjian harus mencerminkan pengaturan tersebut dengan jelas.

6. Tugas dan Tanggung Jawab Member

Operating agreement akan lebih kuat jika tidak hanya membahas kepemilikan, tetapi juga siapa bertanggung jawab atas apa.

Bagian ini dapat mencakup:

  • Tugas operasional harian
  • Tanggung jawab keuangan
  • Tanggung jawab pencatatan
  • Tugas kepatuhan
  • Hubungan dengan klien atau vendor
  • Wewenang menandatangani kontrak

Bahkan dalam bisnis kecil, pembagian tanggung jawab secara tertulis dapat mencegah satu member berasumsi bahwa member lain akan mengerjakan suatu tugas.

7. Prosedur Rapat dan Pemungutan Suara

LLC umumnya lebih fleksibel daripada korporasi, tetapi rapat rutin tetap bisa berguna.

Perjanjian dapat menetapkan:

  • Seberapa sering rapat diadakan
  • Bagaimana member diberi pemberitahuan
  • Apakah rapat bisa dilakukan secara virtual
  • Apa yang dianggap sebagai quorum
  • Bagaimana suara dihitung
  • Isu mana yang memerlukan pemungutan suara formal

Aturan voting sangat penting ketika LLC memiliki lebih dari satu member. Proses yang jelas membantu perusahaan bergerak maju tanpa ketidakpastian terus-menerus.

8. Menambahkan Member Baru

Perjanjian harus menjelaskan apa yang terjadi jika LLC ingin menambahkan pemilik baru.

Pertanyaan umum meliputi:

  • Siapa yang harus menyetujui member baru
  • Apakah member baru harus memberikan kontribusi modal
  • Bagaimana persentase kepemilikan akan berubah
  • Apakah perjanjian harus diamendemen

Jika member baru diperkirakan akan masuk di masa depan, bagian ini harus cukup rinci agar tidak menimbulkan sengketa tentang siapa yang berwenang menerima mereka.

9. Keluar dari LLC atau Mengalihkan Kepemilikan

Member tidak selalu bertahan dalam bisnis selamanya. Operating agreement harus menjelaskan apa yang terjadi jika seorang member ingin keluar, menjual kepentingannya, atau mengalihkan kepemilikan.

Perjanjian dapat membahas:

  • Apakah member dapat mengalihkan kepemilikan secara bebas
  • Apakah member lain memiliki hak penolakan pertama
  • Apakah transfer ke pihak luar memerlukan persetujuan
  • Bagaimana nilai kepentingan member yang keluar akan ditentukan
  • Apakah syarat buyout ditetapkan sebelumnya atau ditentukan kemudian

Kerangka buy-sell sangat berguna dalam LLC dengan beberapa member karena memberi semua orang jalur keluar yang dapat diprediksi.

10. Kematian, Cacat, atau Ketidakmampuan

Perjanjian yang disusun dengan baik tidak boleh mengabaikan hal-hal tak terduga.

Jika seorang member meninggal atau menjadi tidak mampu, perjanjian harus menyatakan apa yang terjadi pada kepentingan member tersebut. Kemungkinan hasilnya antara lain:

  • Buyout oleh member yang tersisa
  • Pengalihan kepada penerima manfaat yang ditunjuk
  • Suksesi oleh ahli waris dengan hak manajemen terbatas
  • Kombinasi antara hak kepemilikan dan hak ekonomi

Merencanakan kejadian ini sejak awal dapat mencegah sengketa besar pada saat yang sudah sulit.

11. Perlakuan Pajak dan Akuntansi

Operating agreement harus selaras dengan pendekatan pajak dan akuntansi perusahaan. Dokumen ini dapat merujuk pada bagaimana catatan disimpan, bagaimana pembukuan dijalankan, dan bagaimana pajak ditangani.

Bagian ini tidak menggantikan nasihat pajak profesional, tetapi dapat mendokumentasikan struktur dan tanggung jawab yang dimaksud perusahaan.

12. Amandemen

Bisnis berubah. Perjanjian harus menjelaskan bagaimana dokumen ini dapat diperbarui.

Anda perlu menetapkan:

  • Siapa yang dapat mengusulkan perubahan
  • Berapa banyak persetujuan member yang diperlukan
  • Apakah semua perubahan harus tertulis
  • Siapa yang bertanggung jawab menyimpan versi terbaru

Tanpa proses amandemen, bahkan perubahan kecil pun bisa menjadi masalah prosedural.

13. Pembubaran

Perjanjian harus menjelaskan apa yang terjadi jika para member memutuskan untuk menutup bisnis.

Bagian ini dapat mencakup:

  • Suara yang dibutuhkan untuk membubarkan LLC
  • Bagaimana aset perusahaan ditangani
  • Bagaimana utang dibayar
  • Bagaimana sisa dana didistribusikan
  • Siapa yang bertanggung jawab menyelesaikan penutupan bisnis

Bagian pembubaran yang jelas dapat membuat proses keluar di masa depan menjadi lebih tenang dan tertib.

14. Severability

Banyak operating agreement menyertakan klausul severability. Artinya, jika satu ketentuan dinyatakan tidak berlaku, sisa perjanjian tetap dapat berlaku.

Ini adalah klausul perlindungan standar yang membantu mempertahankan perjanjian meskipun satu bagian perlu direvisi.

Langkah demi Langkah: Cara Membuat Operating Agreement

Jika Anda memulai dari nol, gunakan proses ini untuk menyusun perjanjian yang praktis.

Langkah 1: Kumpulkan Detail Dasar

Kumpulkan nama legal perusahaan, negara bagian pendirian, alamat, informasi kepemilikan, dan detail registered agent. Jika ada beberapa member, pastikan nama legal lengkap dan informasi kontak masing-masing orang.

Langkah 2: Tentukan Struktur Manajemen

Pilih apakah LLC akan dikelola oleh member atau oleh manager. Jika perusahaan akan menggunakan manager, tentukan wewenang dan batasannya.

Langkah 3: Sepakati Kepemilikan dan Kontribusi

Dokumentasikan siapa yang memiliki LLC dan apa yang masing-masing member kontribusikan. Jelaskan secara spesifik kontribusi berupa uang tunai, properti, dan kontribusi non-tunai lainnya.

Langkah 4: Tentukan Aturan Keuangan

Tuliskan bagaimana laba, rugi, dan distribusi akan berjalan. Ini sering menjadi area di mana ekspektasi bisnis berbeda, jadi kejelasan sangat penting.

Langkah 5: Tetapkan Aturan Pengambilan Keputusan

Jelaskan bagaimana keputusan rutin dan keputusan besar akan disetujui. Sertakan ambang voting, persyaratan quorum, dan aturan supermayoritas jika ada.

Langkah 6: Tambahkan Ketentuan Keluar dan Pengalihan

Rencanakan sejak awal untuk pengunduran diri, buyout, transfer, kematian, dan ketidakmampuan. Ketentuan inilah yang sering menjadi paling penting di kemudian hari.

Langkah 7: Tinjau Perjanjian dengan Teliti

Setiap member harus membaca draf dan memastikan bahwa dokumen tersebut mencerminkan kesepakatan nyata antar pemilik. Jika perlu, mintalah pengacara yang berkualifikasi untuk meninjaunya sebelum ditandatangani.

Langkah 8: Tandatangani dan Simpan dengan Aman

Setelah ditandatangani, simpan perjanjian bersama catatan penting perusahaan lainnya. Para member harus tahu di mana menemukannya, dan bisnis harus menyimpan salinan yang terbaru.

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Banyak founder melakukan kesalahan yang sama dan sebenarnya bisa dicegah saat membuat operating agreement.

Mengandalkan Kesepakatan Lisan

Janji lisan mudah dilupakan dan sulit dibuktikan. Jika suatu ketentuan penting, tuliskan.

Menggunakan Template Umum Tanpa Kustomisasi

Template bisa menjadi titik awal yang berguna, tetapi tetap harus sesuai dengan kepemilikan, gaya manajemen, dan pengaturan keuangan bisnis yang sebenarnya.

Mengabaikan Skenario Keluar

Apa yang terjadi jika seorang member ingin keluar? Jika pertanyaan itu belum dijawab sekarang, masalah serius dapat muncul nanti.

Tidak Memperbarui Perjanjian

Jika kepemilikan berubah, manajemen berubah, atau bisnis beralih arah, perjanjian harus ditinjau dan diperbarui.

Mengabaikan Tinjauan Pajak dan Hukum

Operating agreement harus sesuai dengan struktur hukum dan pajak perusahaan. Saat ketentuannya kompleks, peninjauan profesional sering kali sepadan.

Checklist Operating Agreement

Sebelum menyelesaikan perjanjian Anda, pastikan dokumen tersebut mencakup hal-hal penting berikut:

  • Nama LLC dan detail pendirian
  • Nama member dan persentase kepemilikan
  • Kontribusi modal
  • Alokasi laba dan rugi
  • Aturan distribusi
  • Struktur manajemen
  • Hak suara dan aturan quorum
  • Tugas member
  • Penerimaan dan penghapusan member
  • Ketentuan transfer dan buyout
  • Ketentuan kematian atau ketidakmampuan
  • Pendekatan pajak dan akuntansi
  • Prosedur amandemen
  • Ketentuan pembubaran
  • Klausul severability

Bagaimana Zenind Dapat Membantu

Zenind adalah layanan pembentukan perusahaan di AS yang berfokus membantu founder memulai dan mengelola bisnis mereka dengan percaya diri. Bagi pemilik LLC baru, itu sering berarti memiliki jalur yang lebih jelas melalui langkah-langkah pembentukan dan organisasi yang lebih baik untuk catatan perusahaan penting.

Operating agreement adalah bagian dari fondasi tersebut. Ketika aturan internal Anda didokumentasikan sejak awal, akan lebih mudah menjalankan bisnis, merespons perubahan, dan menjaga struktur profesional seiring pertumbuhan perusahaan.

FAQ

Apakah LLC dengan satu member membutuhkan operating agreement?

Bahkan jika secara hukum single-member LLC tidak diwajibkan memiliki operating agreement di setiap negara bagian, dokumen ini tetap sangat berharga. Dokumen ini membantu memisahkan urusan bisnis dan pribadi serta dapat mendukung kredibilitas perusahaan di mata bank dan lembaga lainnya.

Apakah saya bisa membuat operating agreement sendiri?

Ya. Banyak pemilik menyusun perjanjian mereka sendiri menggunakan template atau dokumen yang disesuaikan. Karena konsekuensinya bisa besar, beberapa founder juga meminta pengacara meninjau versi akhirnya.

Apakah operating agreement harus diajukan ke negara bagian?

Biasanya tidak. Dokumen ini umumnya disimpan sebagai dokumen internal perusahaan, bukan diajukan ke publik, tetapi pemilik tetap harus mengikuti persyaratan khusus negara bagian yang berlaku untuk LLC mereka.

Apakah perjanjian bisa diubah nanti?

Ya. Operating agreement yang baik mencakup proses amandemen agar para member dapat memperbarui dokumen ketika bisnis berubah.

Apa perbedaan antara operating agreement dan articles of organization?

Articles of organization adalah dokumen pembentukan yang diajukan ke negara bagian untuk mendirikan LLC. Operating agreement adalah buku aturan internal yang menjelaskan bagaimana LLC akan dijalankan setelah terbentuk.

Penutup

Operating agreement LLC lebih dari sekadar memenuhi ekspektasi administratif. Dokumen ini memberi bisnis kerangka praktis untuk kepemilikan, manajemen, uang, dan pengambilan keputusan.

Jika Anda meluangkan waktu untuk menyusunnya dengan cermat sejak awal, kemungkinan besar Anda akan lebih terhindar dari kesalahpahaman di kemudian hari. Bagi founder yang membangun LLC di AS, kejelasan seperti ini adalah keuntungan nyata.

Disclaimer: The content presented in this article is for informational purposes only and is not intended as legal, tax, or professional advice. While every effort has been made to ensure the accuracy and completeness of the information provided, Zenind and its authors accept no responsibility or liability for any errors or omissions. Readers should consult with appropriate legal or professional advisors before making any decisions or taking any actions based on the information contained in this article. Any reliance on the information provided herein is at the reader's own risk.

This article is available in English (United States), and Bahasa Indonesia .

Zenind menyediakan platform online yang mudah digunakan dan terjangkau bagi Anda untuk mendirikan perusahaan Anda di Amerika Serikat. Bergabunglah dengan kami hari ini dan mulailah usaha bisnis baru Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Tidak ada pertanyaan yang tersedia. Silakan periksa kembali nanti.